Ezra 3-5
Ezra 3
Mazbah Dibangun Kembali
1Ketika bulan ketujuh tiba dan keturunan-keturunan Israel berada di kota-kota mereka, orang-orang berkumpul menjadi satu di kota Yerusalem.
2Lalu Yesua, anak Yozadak, dan saudara-saudaranya, para imam, dan Zerubabel, anak Sealtiel, dan saudara-saudaranya, bangkit dan membangun mazbah Allah Israel untuk mempersembahkan kurban bakaran di atasnya, seperti yang tertulis dalam Taurat Musa, abdi Allah.
3Mereka membangun mazbah itu di tempat semula karena mereka takut kepada penduduk negeri itu. Mereka mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN, yakni kurban bakaran pagi dan petang.
4Mereka juga merayakan Hari Raya Pondok Daun, sebagaimana tertulis, dan mempersembahkan kurban bakaran setiap hari sesuai dengan jumlah yang ditetapkan dalam peraturan setiap hari.
5Setelah itu, mereka mempersembahkan kurban bakaran secara tetap, baik pada bulan baru, maupun pada semua hari raya yang telah TUHAN kuduskan, dan kurban dari setiap orang yang mempersembahkan persembahan sukarela kepada TUHAN.
6Sejak hari pertama pada bulan ketujuh, mereka mulai mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN meskipun fondasi Bait TUHAN belum diletakkan.
Pembangunan Bait TUHAN Dimulai
7Mereka juga memberi uang kepada tukang batu dan tukang kayu; dan makanan, minuman, dan minyak kepada orang Sidon dan Tirus untuk membawa kayu aras dari Lebanon sampai ke Laut Yafo, sesuai dengan izin Koresh, raja Persia.
8Pada tahun kedua, setelah kedatangan mereka di Bait Allah di Yerusalem, pada bulan kedua, Zerubabel anak Sealtiel dan Yesua anak Yozadak serta saudara-saudara mereka, yaitu para imam dan orang-orang Lewi, dan semua orang yang pulang dari pembuangan ke Yerusalem, memulai pekerjaan itu. Mereka menugaskan orang-orang Lewi yang berumur 20 tahun ke atas untuk mengawasi pekerjaan Bait TUHAN.
9Lalu, Yesua dengan anak-anak dan saudara-saudaranya, serta Kadmiel dan anak-anaknya, keturunan Yehuda, melakukan pengawasan bersama atas para pekerja di Bait Allah. Demikian pula keturunan Henadad bersama anak-anak dan saudara-saudara mereka, yaitu orang-orang Lewi.
10Ketika para pembangun meletakkan fondasi rumah TUHAN, para imam berdiri dengan jubah mereka sambil membawa trompet. Orang-orang Lewi, keturunan Asaf, membawa ceracap untuk memuji TUHAN sesuai dengan petunjuk Daud, raja Israel.
11Mereka bernyanyi berbalas-balasan sambil memuji dan mengucap syukur kepada TUHAN, “Sebab Dia baik, sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya atas Israel.” Semua orang bersorak dengan suara nyaring ketika mereka memuji TUHAN, sebab fondasi Bait Allah sudah diletakkan.
12Akan tetapi, banyak imam, orang-orang Lewi, dan para kepala kaum keluarga, yaitu para tua-tua yang melihat Bait yang pertama, menangis dengan suara keras ketika fondasi Bait Allah diletakkan di depan mata mereka, meskipun banyak orang bersorak-sorai dengan nyaring karena gembira.
13Orang-orang tidak dapat membedakan antara sorak-sorai sukacita dan suara tangisan umat, sebab orang-orang bersorak-sorai dengan suara nyaring dan suaranya terdengar sampai jauh.
Ezra 4
Perlawanan terhadap Pembangunan Bait TUHAN
1Ketika musuh-musuh Yehuda dan Benyamin mendengar bahwa orang-orang buangan itu membangun Bait TUHAN, Allah Israel,
2mereka mendekati Zerubabel dan para kepala kaum keluarga, lalu berkata kepada mereka, “Biarlah kami membangun bersamamu. Karena seperti kamu, kami pun mencari Allahmu. Kami telah mempersembahkan kurban kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur, yang membawa kami ke sini.”
3Namun, Zerubabel, Yesua, dan para kepala kaum keluarga Israel yang lain berkata kepada mereka, “Kamu tidak ada urusan dengan kami dalam membangun Bait Allah kami. Kami sendirilah yang akan bersama-sama membangunnya bagi TUHAN, Allah Israel, sebagaimana Koresh, raja Persia, memerintahkan kami.”
4Lalu, penduduk negeri itu mengecilkan hati orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut untuk membangun.
5Penduduk negeri itu menyewa para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda dan menggagalkan rencana mereka selama masa pemerintahan Koresh, raja Persia, bahkan sampai masa pemerintahan Darius, raja Persia.
6Pada masa pemerintahan Ahasyweros, pada awal pemerintahannya, mereka menulis surat tuduhan terhadap penduduk Yehuda dan Yerusalem.
7Pada masa Artahsasta, Bislam, Mitredat, Tabeel, dan rekan-rekan mereka menulis sepucuk surat kepada Artahsasta, raja Persia. Surat itu ditulis dalam bahasa Aram dan diterjemahkan ke dalam bahasa Aram.
8Gubernur Rehum dan Simsai, juru tulisnya, menulis sepucuk surat yang menentang Yerusalem kepada Raja Artahsasta, sebagai berikut:
9Dari Gubernur Rehum, Juru Tulis Simsai, dan rekan-rekan mereka yang lain, yaitu para hakim, gubernur, pegawai, orang-orang Persia, orang-orang Erekh, orang-orang Babilon, dan orang-orang Susan, yaitu orang-orang Elam,
10juga bangsa-bangsa lain yang dibuang oleh Asnapar yang agung dan mulia itu dan dia tempatkan di kota Samaria dan di tempat-tempat lain di seberang sungai.
11Inilah salinan surat yang mereka kirim kepadanya: “Kepada Raja Artahsasta, dari hamba-hambamu, orang-orang di seberang sungai pada masa ini.
12Biarlah Raja tahu bahwa orang-orang Yahudi, yang datang dari engkau kepada kami, telah tiba di Yerusalem. Mereka sedang membangun kembali kota yang durhaka dan jahat itu, menyelesaikan tembok-temboknya dan memperbaiki fondasinya.
13Sekarang, biarlah Raja tahu bahwa jika kota ini dibangun kembali dan tembok-temboknya selesai dikerjakan, mereka tidak akan membayar pajak, upeti, dan bea cukai, dan akan menyebabkan kerugian bagi pendapatan raja-raja.
14Sekarang, karena kami makan garam dari istana dan tidak selayaknya kami melihat aib raja, kami mengirim pesan ini dan memberi tahu raja,
15supaya engkau menyelidiki kitab riwayat nenek moyangmu. Di dalam kitab riwayat itu, engkau akan menemukan dan mengetahui bahwa kota itu adalah kota durhaka yang merugikan raja-raja dan provinsi-provinsi. Mereka mengadakan pemberontakan di dalamnya sejak zaman dahulu. Itulah sebabnya, kota itu dihancurkan.
16Kami memberi tahu raja bahwa jika kota ini dibangun kembali dan tembok-temboknya selesai dikerjakan, engkau tidak akan memiliki bagian di daerah seberang sungai.”
17Lalu, raja mengirim surat balasan, “Kepada Bupati Rehum, Juru Tulis Simsai, dan rekan-rekan lain yang tinggal di Samaria dan di daerah lain di seberang sungai. Salam!
18Surat yang kamu kirim kepada kami telah dibacakan dengan jelas di hadapanku.
19Aku telah memberi perintah, dan sebuah penyelidikan telah dilakukan. Aku menemukan bahwa sejak zaman dahulu kota ini selalu bangkit melawan para raja. Pemberontakan dan pengkhianatan selalu terjadi di kota itu.
20Raja-raja yang kuat pernah berkuasa atas Yerusalem. Mereka memerintah seluruh daerah di seberang sungai; pajak, upeti, dan bea cukai dibayarkan kepada mereka.
21Oleh sebab itu, buatlah keputusan untuk menghentikan orang-orang itu, supaya kota itu tidak dibangun kembali sampai aku mengeluarkan keputusan.
22Waspadalah supaya kamu jangan lalai dalam hal ini. Mengapa kerusakan itu harus bertambah besar sehingga merugikan para raja?”
23Setelah salinan surat dari Raja Artahsasta dibacakan di depan Rehum, juru tulis Simsai, dan rekan-rekan mereka, mereka segera pergi ke Yerusalem, kepada orang-orang Yahudi, dan menghentikan orang-orang itu dengan kekerasan dan paksaan.
Penghentian Pembangunan Bait TUHAN
24Kemudian, pekerjaan pembangunan Bait Allah di Yerusalem terhenti, dan pekerjaan itu terhenti sampai tahun kedua pemerintahan Darius, raja Persia.
Ezra 5
Izin Pembangunan Bait TUHAN Ditinjau
1Namun, para nabi, yaitu Nabi Hagai dan Zakharia anak Ido, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan Yerusalem dalam nama Allah Israel yang menaungi mereka.
2Lalu, Zerubabel anak Sealtiel dan Yesua anak Yozadak bangkit dan mulai membangun Bait Allah di Yerusalem. Para nabi Allah menyertai dan mendukung mereka.
3Pada waktu itu, Tatnai, gubernur daerah seberang sungai, Syetar-Boznai, dan rekan-rekannya mendatangi mereka, lalu berkata, “Siapa yang memberimu perintah untuk membangun bait ini dan menyelesaikan tembok ini?”
4Orang-orang itu juga bertanya kepada mereka, “Siapa nama-nama orang yang mendirikan bangunan ini?”
5Namun, mata Allah tertuju kepada para tua-tua orang Yahudi sehingga mereka tidak dapat menghentikan para pekerja, hingga suatu laporan sampai kepada Darius dan surat balasan mengenai hal itu dikirim kembali.
6Inilah salinan surat dari Tatnai, gubernur daerah seberang sungai, Syetar-Boznai, dan rekan-rekannya, para pejabat daerah seberang sungai, yang dikirim kepada Raja Darius.
7Mereka mengirim laporan kepadanya yang tertulis sebagai berikut, “Kepada Raja Darius. Salam.
8Biarlah raja tahu bahwa kami sudah pergi ke provinsi Yehuda, ke Bait Allah Yang Mahabesar, yang dibangun dengan batu-batu yang sangat besar dan tembok-temboknya dilapisi dengan kayu. Pekerjaan ini dilakukan dengan tekun dan berhasil di tangan mereka.
9Kami bertanya kepada para tua-tua itu dan berkata, ‘Siapa yang memerintahkan kamu untuk membangun kembali bait ini dan menyelesaikan tembok ini?’
10Supaya engkau tahu, kami juga menanyakan nama-nama mereka sehingga kami dapat mencatat nama-nama orang yang menjadi kepala mereka.
11Inilah jawaban mereka kepada kami: ‘Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi. Kami sedang membangun kembali bait yang telah dibangun beberapa tahun yang lalu. Seorang raja Israel yang agung membangun dan menyelesaikannya.
12Namun, karena nenek moyang kami membangkitkan kemarahan Allah semesta langit, Dia menyerahkan mereka ke tangan Nebukadnezar, raja Babel, orang Kasdim, yang menghancurkan bait ini dan membuang bangsa itu ke Babel.
13Akan tetapi, pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja Babel, Raja Koresh memberi perintah untuk membangun kembali Bait Allah ini.
14Bahkan, perlengkapan emas dan perak dari Bait Allah ini, yang diambil oleh Nebukadnezar dari bait yang ada di Yerusalem dan dibawa ke kuil di Babel, diambil oleh Raja Koresh dari kuil di Babel dan diserahkan kepada seorang bernama Sesbazar, yang dia angkat menjadi gubernur.’
15Raja berkata kepadanya, ‘Ambillah perlengkapan-perlengkapan ini. Pergilah dan letakkanlah itu di Bait Allah yang ada di Yerusalem, dan biarlah Bait Allah dibangun kembali di tempatnya semula.’
16Kemudian, Sesbazar datang dan meletakkan fondasi Bait Allah yang ada di Yerusalem. Sejak saat itu sampai sekarang, bait itu dibangun, tetapi belum selesai.
17Karena itu, jika raja berkenan, selidikilah gedung perbendaharaan raja yang ada di Babel, apakah Raja Koresh pernah memberi perintah untuk membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Kemudian, biarlah raja memberikan keputusannya kepada kami mengenai hal ini.”