Baca Alkitab Harian

Rencana Kronologis 365 Hari
Kamis, 3 September 2026
Kembali ke Hari Ini
Daniel 2-4
Daniel 2
Mimpi Nebukadnezar
1Pada tahun kedua pemerintahan Nebukadnezar, Nebukadnezar bermimpi suatu mimpi. Jiwanya gelisah dan dia tidak dapat tidur.
2Kemudian, raja memerintahkan untuk memanggil para ahli ilmu gaib, para ahli nujum, para ahli ilmu sihir, dan orang-orang Kasdim untuk menjelaskan kepada raja tentang mimpinya. Lalu, mereka datang dan berdiri di hadapan raja.
3Berkatalah raja kepada mereka, “Aku memimpikan suatu mimpi dan hatiku gelisah, ingin memahami mimpi itu.”
4Kemudian, berbicaralah orang-orang Kasdim kepada raja dalam bahasa Aram, “Ya Raja, hiduplah selama-lamanya! Ceritakanlah mimpi itu kepada hamba-hambamu ini, dan kami akan memberitahukan maknanya.”
5Raja menjawab dan berkata kepada orang-orang Kasdim itu, “Hal itu sudah pergi dariku. Jika kamu tidak memberitahukan mimpi itu dan maknanya, kamu akan dipenggal menjadi beberapa bagian dan rumahmu akan dijadikan timbunan puing.
6Namun, jika kamu dapat memberitahukan mimpi itu beserta maknanya, kamu akan menerima hadiah-hadiah, penghargaan-penghargaan, dan kehormatan yang berlimpah-limpah dariku, jika kamu menunjukkan mimpi itu dan maknanya.”
7Mereka menjawab lagi dan berkata, “Silakan Raja menceritakan mimpi itu kepada hamba-hambanya, kami akan memberitahukan maknanya.”
8Raja menjawab, katanya, “Aku tahu pasti bahwa kamu mencoba mengulur-ulur waktu, sebab kamu melihat bahwa semuanya telah hilang dari ingatanku,
9sehingga jika kamu tidak dapat memberitahukan mimpi itu, salah seorang di antara kamu akan mendapat hukuman; Aku tahu bahwa kamu bermufakat untuk mengatakan hal-hal yang busuk dan bohong sampai keadaan akan berubah. Ceritakanlah mimpi itu kepadaku supaya aku tahu bahwa kamu dapat memberitahukan maknanya.”
10Orang-orang Kasdim itu menjawab di hadapan raja dengan berkata, “Tidak ada seorang pun di bumi ini yang dapat memberitahukan hal yang diminta Tuanku Raja. Tidak pernah ada raja mana pun yang besar dan berkuasa meminta hal yang demikian kepada ahli ilmu gaib, ahli mantra, maupun orang Kasdim mana pun.
11Hal yang diminta raja itu terlalu berat. Dan, tidak ada seorang pun yang lain yang sanggup memberitahukannya di hadapan raja, kecuali para ilah yang tidak berdiam di antara makhluk.”
12Karena hal itu, raja menjadi geram dan sangat murka, dan memerintahkan untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babel.
13Titah itu dikeluarkan agar orang-orang bijaksana dibunuh sehingga mereka juga mencari Daniel dan teman-temannya untuk dibunuh.
14Lalu, Daniel menjawab dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, kepala pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh semua orang bijaksana di Babel.
15Dia berbicara dan berkata kepada Ariokh, kepala pengawal raja itu, “Mengapa titah yang dikeluarkan raja begitu mendesak?” Kemudian, Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.
16Daniel lalu menghadap raja dan memohon kepadanya agar dia diberi waktu untuk menunjukkan maknanya kepada raja.
17Sesudah itu, Daniel pulang ke rumahnya dan menceritakan hal itu kepada teman-temannya, Hananya, Misael, dan Azarya,
18supaya mereka memohon belas kasih kepada Allah semesta langit tentang rahasia itu sehingga Daniel dan teman-temannya tidak dilenyapkan bersama-sama dengan orang-orang bijaksana Babel lainnya.
19Kemudian, pada suatu malam, rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan. Lalu, Daniel memuji Allah semesta langit.
20Daniel menjawab dan berkata, “Terpujilah nama Allah kekal dan selama-lamanya, sebab Dialah yang empunya hikmat dan kekuatan!
21Dialah yang mengubah waktu dan masa; Dia memecat raja dan mengangkat raja. Dialah yang memberi hikmat kepada orang-orang bijaksana dan akal budi diberitahukan-Nya kepada orang yang memahami pengertian.
22Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang dalam dan tersembunyi, Dia memberitahukan apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada bersama-sama dengan-Nya.
23Ya Allah nenek moyangku, aku memuji dan memuliakan Engkau, sebab telah memberikan aku hikmat dan kekuatan. Sekarang, telah diberitahukan kepadaku apa yang kami mohon kepada-Mu; sebab, Engkau telah memberitahukan kami mengenai persoalan raja.”
Daniel Mengartikan Mimpi Raja
24Kemudian, Daniel pergi kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babel. Dia pergi dan berkata kepadanya, “Orang-orang bijaksana di Babel itu janganlah kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja dan aku akan memberitahukan maknanya kepada raja!”
25Kemudian, Ariokh bergegas membawa Daniel menghadap raja. Dia berkata kepada raja, “Aku telah mendapatkan seseorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja.”
26Raja menjawab dan berkata kepada Daniel yang dinamai Beltsazar, “Apakah engkau mampu memberitahukannya kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dan maknanya?”
27Daniel menjawab di hadapan raja dan berkata, “Rahasia-rahasia yang ditanyakan Tuanku Raja, tidak dapat diberitahukan kepada Tuanku Raja oleh orang bijak, ahli mantra, ahli ilmu gaib, dan peramal.
28Akan tetapi, ada Allah di surga yang menyingkapkan rahasia-rahasia itu dan memberitahukan kepada Raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi di masa depan. Inilah mimpi dan penglihatan-penglihatan dalam pikiranmu, yang engkau dapatkan di tempat tidur.
29Mengenai engkau, ya Raja, selagi engkau di tempat tidurmu, timbullah pikiran-pikiran tentang apa yang terjadi di kemudian hari, dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia yang memberitahukan kepada Tuanku apa yang akan terjadi.
30Namun bagiku, rahasia ini disingkapkan kepadaku bukan karena hikmat yang ada padaku melebihi semua yang hidup, tetapi agar maknanya dapat diberitahukan kepada Tuanku Raja, dan supaya engkau mengenal pikiran-pikiran dalam hati Tuanku.”
31“Ya Raja, sesungguhnya engkau melihat sebuah patung yang amat besar! Patung ini sangat tinggi, berkilau-kilau luar biasa, berdiri di hadapanmu, dan tampak menakutkan.
32Kepala patung itu dari emas yang terbaik, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
33pahanya dari besi, dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.
34Engkau terus melihatnya sampai sebuah batu terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia lalu menimpa patung itu pada kakinya yang dari besi dan tanah liat sehingga remuk.
35Kemudian, besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu hancur berkeping-keping sekaligus dan menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas. Lalu, angin mengembuskannya sehingga tidak lagi ditemukan bekas-bekasnya. Akan tetapi, batu yang menimpa patung itu menjadi gunung yang besar dan memenuhi seluruh bumi.
36“Itulah mimpi tuanku, yang maknanya akan kami sampaikan di hadapanmu.
37Ya Tuanku Raja, raja segala raja, Allah semesta langit telah memberikan kepada engkau kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,
38dan di mana pun anak-anak manusia, binatang-binatang di padang, dan burung-burung di udara tinggal telah diserahkan-Nya ke dalam tanganmu, dan Dia telah membuat engkau berkuasa atas semuanya itu. Engkaulah kepala dari emas itu.”
39“Sesudah Tuanku, muncul suatu kerajaan yang lain yang tidak sebesar dari kerajaan Tuanku. Kemudian, muncul kerajaan lain yang ketiga dari tembaga, yang akan berkuasa atas segala sesuatu di bumi.
40Sesudah itu, muncullah suatu kerajaan yang keempat, yang kuat seperti besi, seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu. Dan, seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan segala sesuatu.”
41“Seperti yang Tuanku lihat, kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian dari besi, yang berarti bahwa kerajaan itu terbagi. Namun, kerajaan itu memiliki sifat keras besi sesuai dengan yang telah engkau lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
42Sebagaimana jari-jari kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan sebagian kuat dan sebagian rapuh.
43Sesuai yang engkau lihat, besi bercampur dengan tanah liat, demikianlah mereka akan bercampur dalam perkawinan, tetapi mereka tidak menjadi satu kesatuan, sebagaimana besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.”
44“Pada zaman raja-raja itulah, Allah semesta langit akan menegakkan suatu kerajaan yang tidak akan binasa selama-lamanya. Dan, kekuasaannya tidak akan beralih kepada bangsa lain; kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghancurkannya, tetapi kerajaan itu akan tetap kekal selama-lamanya.”
45“Seperti yang telah Tuanku lihat, sebuah batu terungkit lepas dari gunung tanpa perbuatan tangan manusia, dan itu meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak, dan emas. Allah Yang Mahabesar telah memberitahukannya kepada Tuanku Raja apa yang akan terjadi pada masa mendatang; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercaya.”
46Lalu, Raja Nebukadnezar menundukkan wajahnya dan menyembah Daniel dan memerintahkan untuk memberikan persembahan dan bau-bau yang menyenangkan kepadanya.
47Raja menjawab dan berkata kepada Daniel: “Sesungguhnya, Allahmu adalah Allah atas semua ilah dan Raja atas segala raja, Penyingkap rahasia-rahasia, oleh sebab itu engkau sanggup menyingkapkan rahasia itu.”
48Kemudian, raja memuliakan Daniel dan memberikan banyak hadiah yang indah kepadanya, dan dijadikannya dia seorang pembesar yang mempunyai kekuasaan atas wilayah Babel dan menjadi kepala penguasa semua orang-orang bijaksana di Babel.
49Lalu, Daniel memohon kepada raja, dan dia menunjuk Sadrakh, Mesakh, dan Abednego untuk memerintah atas wilayah Babel, sedangkan Daniel sendiri tinggal di istana raja.
Daniel 3
Berhala Emas dan Perapian yang Menyala
1Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung dari emas, tingginya 60 hasta dan lebarnya 6 hasta. Dia mendirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.
2Kemudian, Raja Nebukadnezar menyuruh berkumpul para wakil raja, para penguasa, para gubernur, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum, dan semua pejabat provinsi untuk menghadiri peresmian patung yang didirikan oleh Raja Nebukadnezar.
3Kemudian, berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para gubernur, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum, dan semua pejabat provinsi untuk peresmian patung yang telah didirikan oleh Raja Nebukadnezar. Mereka berdiri di hadapan patung yang didirikan oleh Raja Nebukadnezar.
4Lalu, seorang bentara berseru dengan nyaring, “Kepadamu telah diperintahkan, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa, dan bahasa:
5pada saat kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serunai, dan berbagai jenis bunyi-bunyian, kamu harus sujud dan menyembah patung emas yang telah didirikan Raja Nebukadnezar.
6Dan, siapa pun yang tidak sujud menyembah, saat itu juga akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.”
7Oleh sebab itu, ketika semua orang mendengar bunyi trompet, seruling, kecapi, rebab, gambus, dan berbagai jenis musik, semua orang dari segala bangsa, suku bangsa, dan bahasa sujud dan menyembah patung emas yang telah didirikan oleh Raja Nebukadnezar.
8Pada waktu itu, majulah beberapa orang Kasdim yang menuduh orang Yahudi.
9Mereka berbicara dan berkata kepada Raja Nebukadnezar, “Ya Raja, hiduplah selama-lamanya!
10Tuanku Raja telah mengeluarkan ketetapan bahwa setiap orang yang mendengar bunyi trompet, seruling, kecapi, rebab, gambus, serunai, dan berbagai jenis musik, harus sujud dan menyembah kepada patung emas itu,
11dan siapa pun yang tidak sujud menyembah akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
12Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah engkau berikan pemerintahan atas seluruh wilayah Babel, yaitu Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Orang-orang ini, ya Raja, tidak memedulikan perintahmu. Mereka tidak mau memuja ilahmu atau memuja patung emas yang telah Tuanku dirikan.”
13Kemudian, dengan marah dan geram, Nebukadnezar memberi perintah untuk membawa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Lalu, orang-orang itu dibawa menghadap raja.
14Nebukadnezar lalu berbicara dengan berkata kepada mereka, “Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, bahwa kalian tidak memuja ilahku dan tidak menyembah patung emas yang telah kudirikan?
15Sekarang, jika kalian siap, ketika mendengar bunyi trompet, seruling, kecapi, rebab, gambus, serunai, dan berbagai jenis musik, sujudlah dan menyembah patung yang telah kudirikan itu! Jika kalian tidak menyembah, saat itu juga kalian akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan, ilah manakah yang dapat melepaskan kalian dari tanganku?”
16Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menjawab dan berkata kepada Raja, “Ya Nebukadnezar, tidak ada gunanya kami memberi jawaban kepada engkau dalam hal ini.
17Jika memang demikian, Allah yang kami sembah mampu melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala, dan Dia akan melepaskan kami dari tanganmu, ya Raja.
18Akan tetapi, jika tidak, ketahuilah Tuanku, ya Raja, bahwa kami tidak akan memuja ilahmu atau menyembah patung emas yang engkau dirikan.”
19Lalu, Nebukadnezar dipenuhi dengan kemarahan dan raut mukanya menjadi berubah terhadap Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Dia berkata dan memerintahkan untuk memanaskan perapian itu tujuh kali lebih panas dari yang biasanya.
20Dia memerintahkan beberapa orang yang paling kuat dari tentaranya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, dan untuk melemparkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
21Lalu, ketiga orang itu diikat masih dalam jubah, celana, topi, dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan mereka dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
22Karena perintah raja itu mendesak dan perapiannya luar biasa panas, nyala apinya membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.
23Dan, ketiga orang itu, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala dengan terikat.
24Kemudian, Raja Nebukadnezar menjadi terkejut dan bangkit dengan segera. Dia berkata kepada para menterinya, “Bukankah itu tiga orang yang kita lemparkan dengan terikat ke dalam api itu?” Mereka menjawab dan berkata kepada raja, “Benar, ya Raja!”
25Dia membalas dan berkata, “Lihatlah, aku melihat empat orang tidak terikat, berjalan-jalan di tengah-tengah api itu, mereka tidak terluka, dan rupa dari orang yang keempat itu seperti anak dewa!”
26Kemudian, Raja Nebukadnezar mendekat ke pintu perapian yang menyala-nyala itu. Dia berbicara, katanya, “Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, kalian hamba-hamba Allah Yang Mahatinggi, keluarlah dan datanglah kemari!” Lalu, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego keluar dari tengah-tengah api itu.
27Berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para gubernur, dan para menteri raja dan melihat pada orang-orang ini bahwa api tidak berkuasa atas mereka, rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka juga tidak berubah, bahkan bau terbakar tidak ada pada mereka.
28Raja Nebukadnezar pun menanggapi dan berkata: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego! Dia telah mengirimkan malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya yang menaruh percaya kepada-Nya dengan melanggar titah raja serta menyerahkan tubuhnya sehingga mereka tidak memuja ilah lain, kecuali Allah mereka sendiri.
29Oleh sebab itu, aku mengeluarkan ketetapan bahwa tiap-tiap orang dari bangsa, suku bangsa, dan bahasa mana pun yang mengucapkan penghinaan atas Allahnya Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, mereka akan dipenggal menjadi beberapa bagian dan rumahnya akan dijadikan timbunan puing, sebab tidak ada ilah lain yang dapat menyelamatkan dengan cara demikian.”
30Lalu, raja memberikan kedudukan yang tinggi kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di wilayah Babel.
Daniel 4
Mimpi Nebukadnezar tentang Pohon
1Dari Raja Nebukadnezar kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa yang tinggal di seluruh bumi: “Semoga kesejahteraanmu berlimpah-limpah!
2Aku berkenan menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat yang telah diperbuat Allah Yang Mahatinggi kepadaku.
3Betapa besarnya tanda-tanda-Nya, betapa ajaib mukjizat-mukjizat-Nya. Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang tetap untuk selamanya; Kekuasaan-Nya turun-temurun.”
4“Aku, Nebukadnezar, tenang di rumahku serta sejahtera di dalam istanaku.
5Aku mendapat mimpi yang membuatku takut, dan khayalan di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan dalam pikiranku menyusahkan aku.
6Lalu, aku mengeluarkan ketetapan untuk membawa orang-orang bijaksana di Babel ke hadapanku supaya mereka dapat memberitahukan kepadaku makna dari mimpiku.
7Kemudian, para ahli ilmu gaib, para ahli mantra, orang-orang Kasdim, dan para peramal datang kepadaku. Dan, aku menceritakan mimpi itu kepada mereka, tetapi mereka tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku.
8Akhirnya, Daniel yang dinamai Beltsazar datang menghadap kepadaku, sesuai nama ilahku, dan yang padanya terdapat roh para ilah yang kudus. Lalu, aku menceritakan mimpiku kepadanya.
9Hai Beltsazar, kepala orang-orang berilmu, karena aku mengetahui bahwa roh ilah yang kudus ada padamu dan tidak ada rahasia yang menyulitkanmu, beritahukanlah makna atas penglihatan-penglihatan dari mimpi yang kulihat.
10Demikianlah penglihatan yang ada dalam pikiranku ketika berada di tempat tidurku: Aku melihat tampaklah ada sebatang pohon di tengah-tengah bumi yang sangat tinggi.
11Pohon itu bertambah besar dan menjadi kuat, tingginya sampai ke langit dan terlihat hingga ke seluruh ujung bumi.
12Daun-daunnya indah, buah-buahnya berlimpah-limpah, dan menjadi makanan bagi semua yang hidup, binatang-binatang padang mencari tempat berlindung di bawahnya, burung-burung di udara bersarang pada dahan-dahannya, dan segala makhluk mendapat makanan darinya.”
13“Dalam penglihatan pikiranku yang aku lihat di tempat tidur, tampaklah seorang penjaga, seorang yang kudus turun dari langit.
14Dia berseru dengan sangat keras, lalu berkata, “Tebanglah pohon itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanlah buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang berlari dari bawahnya dan burung-burung dari dahan-dahannya.
15Namun, biarlah akar batangnya berada dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, dikelilingi rumput-rumput muda di padang. Biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit, dan biarlah ia berbagi rumput di bumi bersama-sama dengan binatang-binatang.
16Biarlah hati manusianya berubah dan biarlah hati binatang diberikan kepadanya. Dan, biarlah tujuh masa berlalu darinya.”
17“Ketetapan ini adalah dari para malaikat penjaga, dan permintaan ini menurut perkataan orang kudus, agar semua orang yang hidup tahu bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan akan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, serta mengangkat orang yang paling rendah sekalipun atasnya.”
18“Aku, Raja Nebukadnezar, telah melihat mimpi ini. Sekarang, kamu, Beltsazar, beritahukanlah makna dari mimpi itu. Sebab, semua orang bijaksana dari kerajaanku tidak sanggup memberitahukan tafsirannya kepadaku. Akan tetapi, engkau sanggup, sebab roh para ilah yang kudus ada padamu.”
19Lalu, Daniel yang dinamai Beltsazar, tercengang beberapa saat ketika pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Raja berbicara dan katanya, “Beltsazar, jangan biarkan mimpi dan maknanya itu menggelisahkanmu”, Beltsazar menjawab dan berkata, “Tuanku, biarlah mimpi itu berlaku atas musuh Tuanku dan maknanya atas musuh Tuanku!
20Pohon yang engkau lihat, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan terlihat sampai ke ujung-ujung bumi,
21yang daun-daunnya indah, buah-buahnya berlimpah-limpah, menjadi makanan bagi semua yang hidup, binatang-binatang padang berteduh di bawahnya, dan burung-burung di udara bersarang di dahan-dahannya --
22engkaulah, Tuanku Raja, engkaulah yang telah bertambah besar dan kuat, dan kebesaranmu bertambah hingga ke langit dan kekuasaanmu hingga ke seluruh ujung bumi.”
23“Tentang yang Raja lihat, seorang malaikat penjaga, seorang kudus yang turun dari langit dan berkata, “Tebanglah pohon itu dan lenyapkanlah dia! Namun, biarlah batang pohon dan akar-akarnya di dalam tanah, terikat dengan besi dan tembaga, di atas rumput muda di padang, dan biarlah embun dari langit membasahinya dan biarlah ia berbagi rumput dengan binatang-binatang liar di padang hingga tujuh masa berlalu darinya.”
24“Inilah maknanya, ya Raja, dan inilah keputusan dari Yang Mahatinggi mengenai Tuanku Raja,
25engkau akan dihalau dari antara manusia, dan tempat tinggalmu akan bersama binatang-binatang di padang. Engkau akan diberi makan rumput seperti sapi jantan dan dibasahi dengan embun dari langit, dan tujuh masa akan berlalu darimu, hingga engkau mengetahui bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia, dan Dia mengaruniakannya kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.”
26“Dan, mengenai membiarkan batang pohon dan akar-akarnya yang ada pada pohon itu, kerajaanmu akan tetap menjadi milikmu, oleh karena engkau mengetahui bahwa surgalah yang berkuasa.
27Oleh sebab itu, ya Raja, biarlah nasihatku berkenan kepadamu. Lepaskanlah dosa-dosamu dengan kebenaran, dan kesalahan-kesalahanmu dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang miskin. Dengan begitu, kemakmuranmu akan dilanjutkan.”
28Semuanya itu terjadi atas Raja Nebukadnezar.
29Pada akhir masa dua belas bulan, dia berjalan-jalan di atas istana kerajaan Babel.
30Raja berbicara, katanya, “Bukankah ini Babel yang besar, yang telah kudirikan sebagai istana kerajaan, dengan kuat kuasa tanganku dan untuk keagunganku.”
31Ketika raja belum selesai berbicara, terdengarlah suara dari langit, berkata: “Dinyatakan kepadamu, ya Raja Nebukadnezar, bahwa kerajaanmu telah beralih darimu.
32Engkau akan dihalau dari antara manusia, sehingga tempat tinggalmu akan bersama dengan binatang-binatang liar di padang. Engkau akan diberi rumput sebagai makanan seperti sapi dan hal itu akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu hingga engkau mengakui bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan mengaruniakannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.”
33Pada saat itu juga berlakulah firman itu atas Nebukadnezar. Dia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti sapi. Tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya tumbuh seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.
34“Setelah lewat masanya, aku, Nebukadnezar, mengangkat mataku ke langit, dan akal budiku kembali kepadaku, dan aku memuji Yang Mahatinggi.” “Dan, aku memuji dan menghormati Dia yang hidup untuk selama-lamanya, yang kekuasaan-Nya adalah kekuasaan yang kekal, dan kerajaan-Nya tetap turun-temurun.
35Semua penduduk di bumi tidak berarti apa-apa. Dan, Dia bertindak menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara surga dan penduduk bumi. Tidak seorang pun sanggup menahan tangan-Nya, atau bertanya kepadanya, “Apakah yang Engkau perbuat?”
36“Pada saat itulah akal budiku kembali kepadaku. Dan, demi kemuliaan kerajaanku, kehormatan serta keagunganku kembali padaku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku. Aku dikembalikan dalam kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku.
37Sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan, dan membesarkan Raja Surgawi, sebab segala perbuatan-Nya benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan Dia sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.”
Total hari yang sudah dicatat: 5 / 365